Turut Lestarikan Budaya Sunda, Rilis Hadiri Undangan Pelita

STT Cipasung Jalin Kerjasama dengan ITERA
December 25, 2021
Tiga Mahasiswa STT Cipasung Lolos SIB Batch 2
March 4, 2022
(Foto anggota RILIS bersama Kasubbag Perpustakaan Tasikmalaya Irvan Mulyadi)

Singaparna—Pada hari Minggu, 27 Februari 2022, Pelita (Pemuda Literasi dan Aksi Tasikmalaya) menggelar acara seminar peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional di Gedung PGRI Cintaraja, Singaparna. Sebagai komunitas literasi di kampus STT Cipasung, RILIS (Ruang Inspirasi dan Literasi STT Cipasung) turut hadir dalam seminar yang bertemakan “Ngamumule bahasa sunda sangkan nanjung tur hirup salawasna di Tatar Sunda” tersebut.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi basa Sunda di Tasikmalaya seperti diutarakan oleh Ketua Pelita Wafa dalam sambutannya,

“Saya mencari event yang pas, karena ada Hari Bahasa Ibu Internasional, maka saya ambil moment itu sebagai sarana silaturahmi beberapa komunitas literasi”.

Menurut Kasubbag Perpustakaan Tasikmalaya Irvan Mulyadi, bahasa sunda akan tergerus oleh arus globalisasi karena generasi muda yang gengsi berbahasa sunda.

“Di zaman sekarang (ini) generasi muda gengsi menggunakan bahasa sunda dalam kehidupan sehari-harinya. Terkadang, mereka menggunakan bahasa Indonesia bahkan bahasa Inggris. Tidak menutup kemungkinan dari masa ke masa bahasa sunda akan tergerus oleh arus globalisasi”, kata kang Irvan, sapaan akrabnya.

Salah satu narasumber dari penggiat literasi kang Teten mengatakan bahwa kondisi lingkungan saat ini juga perlu diperhatikan untuk mendukung tujuan tersebut.

“Kondisi saat ini yang perlu diperhatikan. Karena banyak anak muda yang jarang menggunakan bahasa sunda dalam kesehariannya, dikarenakan lingkungan yang mereka tempati menggunakan bahasa selain bahasa Sunda. Ditambah intensitas mereka dalam mengagumi budaya asing sehingga secara tidak sadar mereka mengikuti kebudayaan asing tersebut dan melupakan kebudayaan tradisional mereka”, imbuh kang Teten.

Dalam seminar tersebut, juga dipaparkan kiat-kiat melestarikan dan mengembangkan bahasa Sunda. Salah satunya yaitu dengan membiasakan diri menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari dan mengadakan kegiatan mengenal kebudayaan Sunda dengan waktu tertentu dalam kurun seminggu sekali secara berkala. Hal ini dapat menjadikan generasi penerus dapat mengenal, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan suku Sunda terutama bahasa Sunda.

Seminar tersebut dihadiri oleh belasan komunitas literasi dan pemerhati kebudayaan bahasa Sunda, baik dari pemerintahan, akademisi, budayawan, pemuda, maupun masyarakat umum.

Pewarta : Gina Sidkia (Kadiv Artikel RILIS 2021-2022)

Editor  : AS

Leave a Reply

Your email address will not be published.